Pages

Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2016

[Curhat] Naruto 72 versi Indonesia

Jadi kemaren-kemaren gue udah curhat soal Tokyo Ghoul versi Indo yang nyahahaha begitulah. Silakan cek post ini untuk membaca curhatan gue tentang komik TG.

Sekarang gue akan melanjutkan curhatan gue tentang salah satu komik yang sangat-sangat-sangat terkenal di Indonesia. Iya, Naruto. 

Gue adalah fans Naruto. Yah, gue akui dengan jujur. Bahkan gue pernah menuliskan post macam ini saat seri Naruto berakhir :p Dan ketika versi Indonesia-nya diterbitkan di sini, gue pun sejujurnya cukup sedih, walau di satu sisi juga cukup senang karena cerita yang makin tidak jelas ini diakhiri. Tentu saja gue pun bersemangat untuk mengoleksi volume terakhirnya, gue menganggapnya sebagai sebuah tugas terakhir gue sebagai fans Naruto.

Terakhir bakal gue foto secara keseluruhan, volume 1-72 (lengkap kap kap) dan mungkin memamerkannya pada temen-temen gue di media sosial.

ITU HARAPAN GUE.

Kenyataannya, terdengar kabar dari para fans yang udah beli duluan kalau.... KALAU ADA HALAMAN YANG HILANG.

Ya! Halaman yang hilang. Bukan rusak, bukan ketuker, bukan kena sensor. HILANG.

Bukan hanya 1 halaman, TAPI 3 HALAMAN SEKALIGUS. (Update Mei 2017-->akhirnya udah dibenerin sama penerbit --di bawah gue jelasin, tp gue ga berniat hapus postingan ini jadi ya sudah wwww)

OOOOHH SHEET! OHHHH SHEET! WAT THE FISH! WAD ON EEEARRTTTHHH. DEMI GELEDEK SAMBEL TERASIIII. 3 halaman, Mas!

Karena berita tersebut gue menghentikan rencana gue membeli Naruto volume terakhir.

Sebulan lewat, gue belum mengetahui apa yang sudah dilakukan sang penerbit (Elex) buat memperbaiki 3 halaman itu. Dan akhirnya kesabaran gue hilang di sekitar bulan Agustus, gue pun membeli komik Naruto volume 72 itu untuk melihat 'sebusuk apa sih kesalahannya'

Dan, here we go! (Ini perbandingan dengan versi Inggris yang gue beli setelah gue beli versi Indonesianya karena udah ga sanggup menunggu solusi dari sang penerbit yang tak kunjung hadir---iya anaknya ga sabaran banget)

Kiri: English ver. Kanan: Indonesian ver.
Yah emang versi Inggris selalu lebih gede.

LANJUT KE BAGIAN AKHIR KARENA INILAH POKOK PERMASALAHANNYA
  (WARNING, SPOILER ALERT)

Sabtu, 12 Maret 2016

A box of happiness

Jadi di hari Kamis kemarin, paket yang sangat gue tunggu akhirnya nyampe. Dan pas gue nyampe rumah, baru masuk, gue udah bisa melihatnya dari kejauhan karena ukuran paket itu cukup besar. Refleks, gue refleks teriak. Bahkan gue itu tereak sebelum gue menyapa nyokap gue *yang adalah ritual gue pas nyampe rumah*. What a good girl :)

Here's the box...

Seukuran guling gue :p

Jumat, 20 Maret 2015

And it's getting worse, isn't it?

Hal yang paling menyenangkan dari seorang konsumen adalah ketika kita tau beres aja.

Misalnya kalau kita mau makan, ya kita mesen, makan, bayar atau mesen, bayar, makan. Dan sudah menjadi hak konsumen lah buat marah-marah kalau makanannya stoknya kosong, atau makanannya ga enak, dan sebagainya. Hasil akhir adalah segalanya, bodo amat sama proses, konsumen taunya ya beres aja. Gitu toh? Karyawannya sakit? Emang urusan konsumen? Kalau konsumen itu emaknya sih mungkin iya lol.

Oke, jadi gw kerja di sebuah perusahaan penerbit komik. Dan lu tau lah, bacaan gw itu sebagian sangat besar (apa ini) adalah komik. Dan sebelum masuk ke situ, sebagai seorang konsumen, awalnya, gw memiliki bayangan-bayangan tentang proses tentang pembuatan komik. Komik terjemahan tentu saja.

Dan ketika gw kerja dan mengenal proses serta orang-orang yang berada di belakang layar, jujur saja, hal ini di luar ekspektasi gw yang luar biasa sebelumnya. Kupikir begini ternyata begono, secara garis besar sih begitu :)) Kadang ga tahu kebenaran itu bisa menjadi sebuah kebahagiaan sendiri, lho.

Anyway, gw masih tetap berharap 2 komik ini bakal terbit disini. Dan ketika hal itu terjadi, mungkin sudah saatnya gw bakal pensiun dini dari komik.

1. Gintama


Kamis, 14 Agustus 2014

Komik sini sama komik sono

Gw suka banget beli komik. Bisa dibilang sia-sia sama orang yang ga suka atau ga pernah baca komik, termasuk bapak gw. Tapi yah namanya juga doyan, gw selalu menabung sedari gw SMP biar gue bisa beli komik.

Yang agak disesalkan gw ga memelihara komik-komik gw dari jaman baheula. Komik Doraemon, Kariage kun, Kobo-chan itu gw punya lumayan banyak dan entah kemana mereka sekarang. Secara masih bocah dan bukan duit sendiri, jadi gw ga menghargai komik-komik itu... Maaf ya.

Nah pas jaman dulu, komik disini tuh kemasannya sama kayak komik Jepang, bersampul. Inget banget ya ampe dijegrek (disteples) biar ga lari tu sampul. Tapi seiring perkembangan jaman, dan gw yakin alasannya adalah untuk menekan serendah-rendahnya harga komik, maka sistem sampul (macam buku anak SD) itu ga dipake lagi.

Ngomong-ngomong soal harga, harga komik juga mengalami peningkatan yang luar biasa juga ahaha. Dulu sih kalo ga salah sekitar 20 tahun lalu, harga komik masih di bawah 5000 rupiah. Yang gw inget sih pas gw beli Card Captor Sakura tuh harganya (kalo ga salah) 6500 atau 7500... Itu sekitar 15 tahun yang lalu. Dan sekarang, hingga tulisan ini dibuat, harga komik (yang standard) itu harganya 18.500 rupiah aja (di Gramedia, klo di kios2 pinggir jalan tertentu soalnya suka ngasih diskon).

Gegara harga terus melambung, sementara kebutuhan hidup juga naik terus, sementara pemasukan tidak sebanding (kata mereka) makanya beberapa temen gw yang (awalnya) suka baca komik (dan beli komik) memutuskan buat pensiun dari... BELI KOMIK. Iyak, bukan pensiun baca komik ya. Mereka lebih milih buat baca online di internet yang emang ga ngeluarin biaya apa-apa, lebih banyak pilihan, dan terbitnya lebih cepet.