Pages

Sabtu, 11 Mei 2019

Bukan Review, Hanya Racauan Avengers End Game

(postingan ini akan di-update bertahap karena gue merasa belum puas)

Halo, sebelumnya gue dah ngetik panjang (kalau gue bilang panjang ya panjang) tentang Avengers End Game. Di situ gue harfiah menceritakan 80% cerita filmnya wkwkwk yang setelah gue pikir-pikir lagi, "buat apa coba?", sementara yang mau gue tekankan di sini adalah cercaan, ketidaksukaan gue kepada film ini. Jadi, daripada isi post-nya sepanjang tol Cipularang, gue lompati saja bagian cerita filmnya dan langsung ke bagian ... cercaan.

Gue peringatkan sekali lagi, buat gue End Game itu tidak sesuai harapan, alias bisa gue katakan jelek. Kenapa? Nanti akan gue jelaskan di bawah, tetapi gue akan beri penjelasan dulu tentang penilaian ala gue:

1. Pastinya gue berusaha objektif, tidak berdasarkan 1 karakter kesukaan saja. NAMUN, gue akan tetap menggunakan personal feeling gue dalam menilai. Namanya juga selera orang beda-beda. Jadi maafkan kalau gue terkesan bias sama 1 karakter. Karakter kesukaan gue adalah Bucky Barnes, Steve Rogers, dan Loki (gue ambil top 3 aja)

2. Gue adalah orang yang, sayangnya, memberi porsi lebih di bagian ending. Ibarat kalau secara keseluruhan film itu bagus, tapi kalau endingnya nggak bagus (sekali lagi ini masalah selera), ya gue bisa menurunkan nilainya amat sangat drastis.

Intinya gue gak berharap ada yang setuju sama pendapat gue ini, tapi kalau iya, kita bisa ngobrol. Kalau kalian nggak setuju, percayalah, gue sudah tau kenapa kalian nggak setuju dan gue menghormati alasan kalian apa pun itu.

Kita mulai saja.

Selasa, 05 Februari 2019

A Day in My (Fangirl) Life

Tanggal 27 Januari kemarin, tepatnya hari Minggu, entah jam berapa, setelah gue selesai bermain game Honkai Impact 3, tiba-tiba muncul kabar yang... MENGEJUTKAN JIWA DAN RAGA GUE.

Kronologinya, gue baru berhenti main game, kemudian buka sebuah media sosial, lalu ada yang share berita:

Arashi mengumumkan hiatus setelah Desember 2020.


Pas melihat itu gue B aja. Biasa aja. Jangan terpancing dulu kan, siapa tau click-bait atau ya maksudnya beda pas di isi berita. Gue buka link-nya. Baca. Eh, gak ada bedanya dong :(( Judul adalah kesimpulan dari isi berita. Namun, gue masih tetep santai saat itu. Yang ternyata kalau gue pikirkan lagi, itu adalah masa-masa di mana otak gue ga bisa lagi berpikir jernih. Mungkin di saat itu otak gue menolak kesedihan yang mencoba merasuki otak gue. Bahasa gaulnya: DENIAL. Jadi gue (sebetulnya udah) sedih tapi nggak keliatan gak sampe tersedu-sedu. Gue bahkan masih sempet update di Instagram gue bikin story, dan gue tulisnya: gue sedih... sedikit (masih denial sodara-sodara).

Sabtu, 23 Juni 2018

Belanja di CD Japan & Amiami

Ini blog apaan sih ga pernah di-update XD

 ------------------------------------------------------------------------

 (edit Sept 2019-- fyi di sini gak ada tutorial cara pesen, gue sudah bikin postingan tentang langkah2 pesen di CDjapan dan Amiami, walau gak terlalu detail. Silakan dilihat di sini dan sini)

BACA DULU
Di sini gue akan membahas tentang nilai plus serta minus pesen di Amiami dan CD Japan berdasarkan pengalaman gue, info ekspedisi yang biasa gue pakai yaitu SAL (termurah), serta sekilas tentang kartu Jenius yang membuat gue mempunyai akun Paypal. Gue akan sangat senang kalau kalian membaca dulu postingan ini sampai akhir baru bertanya. Banyak yang nanya hal-hal yang sebenarnya sudah terjawab di postingan ini.

(edit Agustus 2020-- Sejak Januari 2020 sudah diberlakukan pajak impor ya untuk setiap pemesanan dari toko luar negeri termasuk CD Japan dan Amiami. Untuk detail perhitungan pajak impor serta cara bayarnya gimana, gue gak tau karena sejak awal 2020 pun gue tidak pernah pesan sendiri barang dari CD Japan/Amiami selalu lewat perantara. Tolong diperhatikan ini postingan tahun 2018, bisa jadi beberapa hal sudah tidak relevan lagi.)

----------------------------------------------------------------

Oke, gaes, kali ini gue akan membahas tentang kesukaan gue saat gue udah bisa mesan barang-barang online sendiri (tanpa pinjeman kartu kredit, tanpa perantara, tanpa punya kartu kredit), yak KHILAF TIME!


Oh, salah ya, khilaf itu kan ga sengaja ya kesannya, yang ini mah terencana banget.


Rabu, 28 Maret 2018

Ke Jepang (Lagi) - Day 6 (Pulang!)

Tokyo 19 November 2017


Rute: Harajuku - Ikebukuro - Naka Itabashi - Ikebukuro - Haneda

Ini adalah hari terakhir gue di Jepang.

Karena hari terakhir jadi emang sengaja pergi ke luarnya lama karena akumulasi capek terus kayak beberes sedikit dulu. Hari ini santai-santai aja maunya tapi boong banget, kita masih mengejar oleh-oleh yang belum tercapai. Jadi kita bakal ke Harajuku karena mau ke Daiso-nya sekalian ke Kiddy Land-nya. Setelah itu gue bakal ke OTOME ROAD di Ikebukuro. Semacam icon-nya Ikebukuro tapi baru gue datangin di hari terakhir :""((

Itin kacau 75%.