Bagi yang ga tau bedanya E-Paspor sama Paspor biasa, nanti akan dijelaskan di bawah (LAAAH). Pada dasarnya bedanya itu, E-Paspor pake chip, yang paspor enggak. Yah, sama kayak KTP dan E-KTP, Bos!
Jadi inilah perjalanan gue mencari kitab suci di selatan.
Kelengkapan berkas yang gue bawa (Gue single, udah kerja, kerja di jakarta, domisili tangsel)
1. E-KTP, basically ini termasuk syarat yang fatal banget, karena lu sebetulnya ga bisa punya E-Paspor kalau ga punya E-KTP. Well, karena banyak kasus E-KTP belom jadi karena blanko kosong, pihak Imigrasi (Jakarta Selatan) membolehkan membawa surat keterangan dari catatan sipil (sepertinya gitu, gue ga dengerin dengan jelas sih) Nanti difotokopi di kertas A4 dan jangan dipotong. JANGAN DIPOTONG.
2. Fotokopi KK (bawa aslinya pas dateng)
3. Fotokopi akte lahir/ijasah/surat baptis (bawa aslinya pas dateng). Pilih salah satu aja, jadi kalo akte lahirnya ilang bawa ijasah aja, dari SD-SMA yang penting ada nama Bapak atau Ibu. Gue bawa akte lahir sama ijasah btw.
4. Fotokopi Paspor lama (bawa aslinya pas dateng) ini opsional. Kalo belom punya paspor sebelumnya ya ga bisa juga lah ya dibawa. Fotokopi halaman depan sama klo ada halaman buat penambahan nama atau keterangan lainnya di halaman terakhir.
Yah itu doang sih. KTP gue Jakarta walau gue tinggal di Tangsel. Gue dah kerja tapi gue ga bawa surat keterangan kerja karena emang ga ada di syarat, dan gue kerja di Jakarta juga, dan gue bukan disuruh kantor buat bikin paspor. Gue kurang paham untuk imigrasi yang lain ya, dan buat yang dari luar Jakarta gue ga paham juga surat tambahan apa yang diperlukan, kalo ga salah ada surat keterangan domisili, entahlah, coba tanya yang lain, jangan nanya gue.
Setelah browsing sana-sini gue juga dah tau kalo misalnya di Imigrasi Jakarta Selatan itu selalu ramai dan sebagian besar blog atau artikel yang gue baca itu menyarankan buat dateng sepagi mungkin buat menghindari hal-hal semacam: LAMA NUNGGU. (Update 31 Mei 2017) Denger-denger dah bisa "ambil" nomor antrean lewat aplikasi atau web mana gitu buat Imigrasi Jaksel (aja), coba aja gugel, bagus banget itu kalo bener, ga usah saingan ma maling perginya pagi buta.
Tapi apalah gue yang lemah terhadap bangun pagi dan ga seniat itu buat dateng jam 4 pagi, jadi gue baru berangkat itu jam 5 tepat, dari rumah gue di kawasan Tangerang Selatan ke Warung Buncit situ, Imigrasi Jakarta Selatan. Cukup 30 menit aja buat nyampe situ, thanks to my bro yang mungkin punya impian menggantikan si botak di Too Fast Too Furious.
Pikiran gue dateng ke situ adalah: "Yah gue mungkin ga dapet nomer awal, tapi gue yakin gue ga sesial itu nunggu lama banget."
Sabtu, 28 Januari 2017
Senin, 03 Oktober 2016
[Curhat] Naruto 72 versi Indonesia
Jadi kemaren-kemaren gue udah curhat soal Tokyo Ghoul versi Indo yang nyahahaha begitulah. Silakan cek post ini untuk membaca curhatan gue tentang komik TG.
Sekarang gue akan melanjutkan curhatan gue tentang salah satu komik yang sangat-sangat-sangat terkenal di Indonesia. Iya, Naruto.
Gue adalah fans Naruto. Yah, gue akui dengan jujur. Bahkan gue pernah menuliskan post macam ini saat seri Naruto berakhir :p Dan ketika versi Indonesia-nya diterbitkan di sini, gue pun sejujurnya cukup sedih, walau di satu sisi juga cukup senang karena cerita yang makin tidak jelas ini diakhiri. Tentu saja gue pun bersemangat untuk mengoleksi volume terakhirnya, gue menganggapnya sebagai sebuah tugas terakhir gue sebagai fans Naruto.
Terakhir bakal gue foto secara keseluruhan, volume 1-72 (lengkap kap kap) dan mungkin memamerkannya pada temen-temen gue di media sosial.
ITU HARAPAN GUE.
Kenyataannya, terdengar kabar dari para fans yang udah beli duluan kalau.... KALAU ADA HALAMAN YANG HILANG.
Ya! Halaman yang hilang. Bukan rusak, bukan ketuker, bukan kena sensor. HILANG.
Bukan hanya 1 halaman, TAPI 3 HALAMAN SEKALIGUS. (Update Mei 2017-->akhirnya udah dibenerin sama penerbit --di bawah gue jelasin, tp gue ga berniat hapus postingan ini jadi ya sudah wwww)
OOOOHH SHEET! OHHHH SHEET! WAT THE FISH! WAD ON EEEARRTTTHHH. DEMI GELEDEK SAMBEL TERASIIII. 3 halaman, Mas!
Karena berita tersebut gue menghentikan rencana gue membeli Naruto volume terakhir.
Sebulan lewat, gue belum mengetahui apa yang sudah dilakukan sang penerbit (Elex) buat memperbaiki 3 halaman itu. Dan akhirnya kesabaran gue hilang di sekitar bulan Agustus, gue pun membeli komik Naruto volume 72 itu untuk melihat 'sebusuk apa sih kesalahannya'
Dan, here we go! (Ini perbandingan dengan versi Inggris yang gue beli setelah gue beli versi Indonesianya karena udah ga sanggup menunggu solusi dari sang penerbit yang tak kunjung hadir---iya anaknya ga sabaran banget)
Kiri: English ver. Kanan: Indonesian ver.
Yah emang versi Inggris selalu lebih gede.
LANJUT KE BAGIAN AKHIR KARENA INILAH POKOK PERMASALAHANNYA
(WARNING, SPOILER ALERT)
Rabu, 29 Juni 2016
[Review ato Curhat] Tokyo Ghoul versi Indonesia
Tokyo Ghoul udah terbit lho yang versi Indonesianya... Iya ini yang legal. Baru aja diterbitin m&c tanggal 22 Juni 2016 kemarin ya. Harganya (drum roll) 28.000 rupiah aja, kak!
Lho, mahal amat? Komik biasa 20-25 ribu lho...?
Ini karena m&c pake kertas yang lebih tebel. Mereka menyebutnya edisi premium. Ecie bisa banget ya premium-in yang komik laku (di Jepang). Dan kata mereka sih ga bakal ada yang edisi reguler (ga kayak Hai! Miiko)
Dan sekarang akan gue bahas PERBEDAAN versi Inggris (dan atau Jepang) dan Indonesia-nya. Sejujurnya gue sangat ingin me-review-nya sejak tau m&c ingin menerbitkannya....
Alasan gue ingin mengulasnya, tidak lebih karena gue sebetulnya agak terkejut Tokyo Ghoul diterbitin di sini, dan ternyata bukan oleh Level Comics yang biasanya dikenal nerbitin komik-komik Dewasa, jadi gue semacam penasaran ... dengan TG versi m&c ini.
Hupla langsung aja. Ini review berdasarkan pendapat gue ya, jadi mohon maaf jika ada kata-kata yang kesannya jahat... ini cuma review (ato curhatan) ala saya aja...
.
.
.
Apa yang kita liat pertama dari sebuah komik?
COVER!
Nih gue perlihatkan cover Tokyo Ghoul dari berbagai versi, kebetulan ini punya gue semua (ga pamer, cuma kasih tau kebenarannya)
![]() |
| Lihat perbedaannya |
Dengan jujur, kesan pertama gue pas liat (di fesbuk m&c) adalah: "Jelek banget yang cover Indonesia."
Alkisah gue pernah melewati warteg yang ada di pinggir jalan. Gue inget banget tulisan warteg dia senada sama cover versi Indonesia ini. Yang kalo gue pikirkan lagi, mungkin pas dia nulis tulisan WARTEG itu cat-nya masih ngegumpal. Jadi pas diolesin, catnya perlahan turun sedikit demi sedikit sehingga menghasilkan kesan horor (mirip sama font di cover Indonesia itu). That's why gue sangat-sangat-sangat ga suka sama font ini karena jadi teringat ... warteg itu :s (no offense buat pemilik warteg ya)
Don't judge the book by its cover katanya? Iya bener banget lho! Gue tetep percaya seperti gue percaya kepada Tuhan YME kalau cover itu bukan segala-galanya.... Tapi di sisi lain cover juga sesuatu yang bisa menarik minat orang. Dan kenapa orang-orang pada mempermasalahkan soal cover? Itu karena tingkat kepopuleran komik ini di atas rata-rata. Lu semua pasti setuju kan kalau misalnya ini bukan komik terkenal, semua akan semacam "I don't give a fuck" gitu :v (maksudnya ga bakal jadi persoalan gitu)
Ya, gue pernah menemukan komik yang lebih horor lagi font-nya, but it doesn't really matter lah, karena fansnya sedikit, jadi bukan yang harus diributkan. Minoritas ga masuk hitungan, kasarnya. Tapi ini (Tokyo Ghoul) komik terkenal. Ga heran banyak yang punya harapan tinggi buat komik ini.... Makanya audiensnya pun terbagi 2: "Please ganti font-nya" dan "Yah terima aja sih, sukur-sukur dah diterbitin" (terjadi perdebatan di fesbuk m&c pas waktu itu karena COVER)
Di cover yang Indonesia, entah kenapa badan si Kaneki ditutupin dengan title Tokyo Ghoul, padahal di cover-cover sebelahnya (Inggris dan Jepang) ga ada satu pun yang nutupin (paling nutupin sedikit pundak Mas Kaneki aja). Jadi kesannya yang kiri atas itu ga guna di versi Indonesia ini, padahal kosong. Sementara kanji Tokyo Kushu (東京喰種 - Tokyo Ghoul) ditaro di belakang dan dikasih UV spot gitu tapi transparan, jadi ga terlalu keliatan tapi keliatan (apa coba gue)
![]() |
| Ini bagian belakangnya |
Sementara di cover Inggris, seperti yang bisa dilihat, ga nutupin Mas Kaneki dan font-nya lebih simple serta ada kanji Tokyo Kushu yang opacity-nya kecil gitu jadi semacam bayang-bayang aja.
.
.
Buka halaman pertama dari Tokyo Ghoul, lu tidak akan menemukan halaman berwarna seperti pada versi Inggris-nya (sangat dimaklumi karena perbedaan harga yang SUPER jauh)
![]() |
| Ini versi Inggris, ya. |
Tapi yang bikin keki adalah di halaman selanjutnya yang... WHY SO BLURRY? MY EYES HURT.
![]() |
| Yang gue lingkarin merah berasa kayak tempelan, kan? Ini beneran super blur dari sononya, bukan gue yang sengaja blur-in |
Gue ga akan bahas per halaman, tapi gue akan menuliskan hal-hal yang mengganggu kenyamanan gue membaca komik ini...
SPOILER ALERT
Sabtu, 11 Juni 2016
[Birthday Post] June 2016
Gue berniat membuat fanart untuk karakter favorit gue setiap bulan... well, wish me luck.
9 Juni 2016
Happy birthday my fav Disney character of all time
Donald Duck
[updated later]
*coming soon* Itachi Uchiha
*coming soon* Iwaizumi Hajime
*coming soon* Hinata Shouyo
Langganan:
Postingan (Atom)






